Cari Blog Ini

Breaking News

Kinerja Timsel KPU Kabupaten/kota Jabar Tidak Profesional, KPU RI di desak Membentuk Tim Investigasi

 


Bekasi | Berita Jurnalis - Penjaringan calon Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Bekasi, telah mengerucut hingga 10 besar.

Tercium aroma  Calon Komisioner kota Bekasi yang Lolos 10 Besar diduga diketahui bernama Afif Fauji, Mahmud Ali, Bagus Haryanto dan Faris Ismu Amir. diduga merupakan titipan salah satu partai politik.

Hal ini disampaikan ketua Gerakan Indonesia Maju (GIM) Bekasi Melalui Siaran Pers .Sidik meminta kepada KPU RI untuk melakukan tindakan.

Menurutnya, rekam jejak Afif Fauji, Mahmud Ali, Bagus Haryanto dan Faris Ismu Amir  telah diketahui, mulai dari titipan partai politik sampai pada titipan salah satu politisi yang Akan Maju Dipilkada kota Bekasi 2024 mendatang.

Sidik Mengatakan menyusul adanya informasi dugaan permainan dalam meloloskan calon komisioner KPU di setiap tahap seleksi oleh salah satu Timsel KPU Kabupaten/Kota Jawa barat , Erik Ardianto yang saat ini bertugas di Tim Percepatan Pelayanan Publik (TP3) Kota Bekasi serta salah satu Nama Tim Pemenangan Tri Ardianto menuju Pilkada 2024.

Dugaan dan indikasi adanya permainan tersebut dapat dilihat dari beberapa hal di antaranya, lolosnya 10 Besar calon komisioner KPU kota Bekasi  Afif Fauji yang sebelumnya Pernah mencalonkan Anggota Legislatif kota Bekasi Serta terlibat di partai politik.Timsel meloloskan calon diduga belum memberikan Surat Pernyataan Tidak Pernah Menjadi anggota/Pengurus Partai Politik/Terlibat Politik Praktis"Masak kan Timsel tidak bisa mengecek histori SK, secara administrasi maupun melalui jejak digital, apakah yang bersangkutan ini dia pernah caleg dan pernah terlibat dalam partai Politik atau tidak, " ucap Sidik.

penetapan kelulusan para calon yang diduga tidak sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) RI dan sejumlah dugaan kejanggalan lainnya.

Untuk itu Sidik mendesak KPU RI segera mengambil sikap tegas dan menghentikan sementara proses seleksi tersebut sambil membentuk tim investigasi agar proses seleksi ini tidak menjadi polemik di tengah masyarakat.

Sidik melanjutkan, KPU RI harus berperan aktif mengawasi proses seleksi yang dilakukan para timsel agar tidak adanya calon komisioner titipan untuk kepentingan pihak tertentu dalam menghadapi Pemilu 2024.

Desakan senada juga disampaikan Pengamat Politik sekaligus Persatuan Analisis Politik Indonesia (P-API), Fajar Ramadhan.

Pria yang biasa disapa Fajar ini juga mendesak KPU RI menghentikan sementara proses seleksi anggota KPU Kota Bekasi sambil membentuk tim khusus untuk mengoreksi kembali tahapan-tahapan hasil seleksi yang dinilai adanya dugaan permainan politik dalam proses tersebut.

“Saya kira dimedia sudah ramai soal indikasi permainan itu, agar proses itu tidak jadi masalah dan lahirkan komisioner masalah maka sebaiknya KPU RI hentikan proses dulu di Kota Bekasi sambil bentuk tim khusus untuk evaluasi seleksi tersebut jangan sampai ada permainan politik dalam loloskan calon-calon itu,” kata Fajar.

Sikap KPU RI yang menghentikan sementara proses seleksi di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Provinsi Maluku merupakan langkah yang tepat dan tidak menutup kemungkinan terjadi di Kota Bekasi bila adanya dugaan permainan dalam meloloskan calon untuk membatalkan Keputusan Timsel KPU Kabupaten/Kota Jawa Barat Nomor 4/TIMSELKK-GEL.6-Pu/04/32-1/2023

“Saya kira untuk hindari polemik dan persoalan sebaiknya KPU RI perlu mengambil sikap terhadap proses seleksi calon anggota KPU Kota Bekasi . Dan harusnya proses itu transparan dan sesuai dengan aturan yang ada jadi itu yang dipakai timsel. Timsel juga harus jauh dari tekanan politik atau pesanan kelompok manapun yang berusaha menitip orangnya,” ujar Fajar.(Dons).

Type and hit Enter to search

Close