Cari Blog Ini

Breaking News

FORKIM ; Walikota Bekasi Bodoh Sepanjang sejarah di kota Bekasi !

 

Kota Bekasi | Berita Jurnalis - Ketua Umum (Forum Komunikasi Intelektual Muda Bekasi) Forkim, Mulyadi menyoroti secara tajam proses penentuan Penjabat Kepala Daerah yang diselenggarakan secara akuntabel dan demokratis oleh Kemendagri. Hal itu justru di nodai oleh pernyataan sikap Plt walikota Bekasi Tri Adhianto Cahyono tersebut di sampaikan lewat apel. Pada, Senin (05/09/2023).

"Walikota Bekasi Tri Adhianto cahyono mengatakan bahwa Pj. Wali Kota Bekasi adalah Raden Ghani Muhammad yang akan menjadi suksesornya pada 20 September mendatang kepada ASN yang sedang apel berlangsung"

Mulyadi mengatakan, "apa yang disampaikan oleh walikota Bekasi Tri Adhianto tersebut bentuk jelas mengangkangi Kemendagri, karena kenapa Kemendagri belum menyampaikan dalam keputusan secara terbuka perihal PJ walikota Bekasi siapa? malah ia, menyampaikan kepada publik melalui apel di depan Asn, kan ini bahaya sebagai kepala daerah, menunjukkan tidak profesionalitas pernyataan sikap sebagai walikota Bekasi."

Menyampaikan pernyataan tersebut di depan Asn, ini suatu bentuk kebodohan sebagai pejabat daerah sepanjang sejarah di kota Bekasi, dan ia sudah mencederai demokrasi yang dibangun di atas nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, dan mengamanatkan Pancasila sebagai rujukan bentuk dan sistem pemerintahan negara. "Pantaslah dia kan tidak hapal isi teks Pancasila, apa lagi untuk mengamalkannya." Ucap Mulyadi.

Menurut Mulyadi,"berbagai harapan kita sampaikan kepada walikota Bekasi Tri Adhianto Cahyono agar bisa memberikan kehidupan demokrasi jauh lebih baik kepada masyarakat kota Bekasi dari apa yang pernah kita alami di masa lalu dan sekarang. Seharusnya Tri Adhianto fokus bekerja menjalankan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada sisa (12) hari masa jabatannya berakhir 20 September 2023, bukan menumpuk dosa-dosa ditengah masyarakat kota Bekasi."

Selain itu, Mulyadi menyampaikan kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ''disebut berhati-hati menentukan penunjukkan Pj Kepala daerah untuk kota Bekasi harus memperhatikan beberapa hal mencegah konflik kepentingan dalam pemilihan Pj. kepala daerah kota Bekasi dengan mengusut latar belakang dan relasi politik kandidat karena jelas, apa yang disampaikan Tri Adhianto Cahyono awal mula akan terjadi dikota Bekasi. Politik kepentingan tidak bisa dihindarkan pastinya, dan tidak baik bagi keberlangsungan demokrasi dikota Bekasi tentunya. Misi untuk menegakkan good govermance akan sangat sulit untuk direalisasikan, sehingga berpotensi menjadi celah oknum tertentu menitipkan kepentingan politiknya, netralitas penyelenggaraan pemerintahan ini harus dipastikan terjaga. Ini kan sangat-sangat strategis sekali, posisi penjabat kepala daerah itu."Ujar Mulyadi. (Dons).

Type and hit Enter to search

Close