Cari Blog Ini

Breaking News

Aktivis RPB Laporkan Money Politik Menjelang Pencoblosan

Kota Bekasi | Beritajurnalis.com - Aktivis mengatasnamakan Revolusi Pemuda Bekasi (RPB) Willy Sadili melaporkan  Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) Golkar Nomor urut 1 Ranny Fahd A Rafiq DPR RI  dapil 6(Kota Depok Kota Bekasi ) dan Bacaleg Golkar No1 Faisal DPRD Kota Bekasi dapil 5 ( pondok gede,Bekasi Barat) untuk daerah pemilihan legislatif (Pileg) 2024 kota Bekasi melakukan money politik menjelang masa tenang  caleg Tersebut menebar uang pecahan Rp100 ribu dan Rp 50 ribu.

Willy mengatakan, Caleg tersebut OTT (Operasi Tangkap Tangan menebar uang di masa hari tenang dengan pecahan uang Rp100 ribu dan Rp 50 Ribu dengan amplop bergambar wajah bacaleg Partai Golkar Ranny Fahd A Rafiq DPRI kota Depok,kota Bekasi dan Faisal Golkar DPRD kota Bekasi Dapil 5 ( Pondok Gede, Bekasi Barat) diketahui menyebar di Daerah Pemilihan tersebut di Kota Bekasi.

Willy menyampaikan, Larangan pada Masa Tenang Pemilu 2024 Berdasarkan UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, berikut hal yang tidak boleh dilakukan bagi pelaksana, peserta, dan atau tim kampanye Pilpres:

- Menjanjikan atau memberi imbalan pada pemilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya.

- Menjanjikan atau memberi imbalan pada pemilih untuk memilih paslon.

- Menjanjikan atau memberi imbalan pada pemilih untuk memilih partai politik tertentu.

- Menjanjikan atau memberi imbalan pada pemilih untuk memilih calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota tertentu.

- Menjanjikan atau memberi imbalan pada pemilih untuk memilih calon anggota DPD tertentu.

Willy Meminta Badan Pengawas Pemilu memperhatikan praktik politik uang (money politic) dalam pemilu Serentak 2024 di  kota Bekasi Menurutnya, pelaku politik uang seharusnya didiskualifikasi dari kontestasi Pemilu.

“Sudah sepantasnya Peserta Pemilu yang melakukan praktik politik uang, baik secara langsung ataupun tidak langsung (dengan membiarkan atau menyetujui praktik penyuapan terhadap pemilih) didiskualifikasi sebagai peserta pemilu,” kata Willy kepada wartawan, Senin, 12 Februari 2024

Willy menilai, peserta pemilu karena melakukan politik uang tidak pantas memimpin daerah, karena mereka memenangi kompetisi secara ilegal dan manipulatif.

“Keberadaannya hanya akan memundurkan kualitas pembangunan daerah kota Bekasi ,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, juga bisa dipastikan Wakil Rakyat yang terpilih karena praktik politik uang akan menjalankan pemerintahannya secara koruptif dan tidak akan berorientasi pada pelayanan publik.

“Apalagi pada upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat juga pemberantasan korupsi,” katanya.

(Dons)

Type and hit Enter to search

Close